Google-Nagittalon. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan

Si Kecil Ingin Corat-coret? Boleh, Tapi Ada Aturannya


Orang tua perlu memberi kebebasan anak untuk bereksplorasi secara mendalam terhadap lingkungan sekitarnya. Kebebasan yang seperti apa sih?

Dijelaskan psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, MPsi, Psi, kebebasan yang diberikan pada orang tua dalam arti anak bebas mengeksplorasi, menjelajah, dan memainkan imajinasinya ketika ia melakukan sesuatu dengan lingungkan di sekitarnya.

"Namun, pastikan anak nggak melanggar ketertiban, tidak melanggar aturan. Meskipun tiap keluarga memang punya aturan sendiri ya," kata wanita yang akrab disapa Vera ini usai konferensi pers 'Tumbuh dan Menjelajah Lebih Lagi Bersama BebeExpplora' di Kembang Goela Resto, Plaza 

Contohnya saja, seperti yang sering dialami orang tua yakni ketika anak mencoret-coret tembok sebagai bentuk eksplorasi dia terhadap lingkungan sekitar. Jika anak sudah mulai 'hobi' coret-coret, orang tua perlu segera mengarahkan anak. Caranya, dengan memberi anak media coret-coret yang tepat.

Misalnya saja white board atau kertas bisa menjadi sarana coret-coret anak. Namun, Vera menegaskan bahwa tidap keluarga memiliki aturan berbeda. Ada orang tua yang tak ambil pusing jika sang anak mencoret-coret tembok karena nanti bisa dicat kembali.



"Tapi tetap diarahkan di mana dia boleh melakukan itu. Kalau nggak bisa-bisa di mana-mana dia nyoret-nyoret tembok aja. Atau anak nyoret sofa, kasih tahu sofa itu tempat duduk, bukan untuk dicoret-coret, anak kan butuh arahan," lanjut Vera.

Lantas, bagaimana jika orang tua sering melarang anak melakukan sesuatu? Menurut Vera, sah-sah saja orang tua mengatakan 'jangan' pada anak sebagai bentuk larangan ketika anak berada dalam kondisi bahaya. Seperti ketika anak bermain di dekat sumur yang dalam, dekat listrik, atau melakukan sesuatu yang memang membahayakan.

Sedangkan, ketika anak sering dilarang melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak bahaya, cara itu akan mematikan kreativitasnya. Selain itu, si kecil akan tumbuh menjadi anak yang ragu-ragu, merasa tidak dipercaya, dan tidak percaya diri.

"Dia merasa tidak bebas sehingga bikin anak nggak percaya diri. Saat besar, anak bisa ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan nggak pede karena dulunya dia merasa mampu tapi terus-terusan dilarang," pungkas Vera.

Penyebab Posisi Janin Jadi Sungsang


http://nagittalonkatakatabijak.blogspot.com/

Segala kemungkinan bisa saja terjadi selama 9 bulan kehamilan, termasuk posisi janin menjadi sungsang. Nah, apa saja penyebabnya?

Disampaikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD dr Soetomo, dr Hari Nugroho, SpOG, bahwa secara umum saat kehamilan muda posisi sungsang memang sangat sering terjadi karena janin melayang-layang akibat jumlah cairan ketuban masih sangat banyak.

"Tetapi kemungkinan janin posisi sungsang menurun seiring makin besarnya usia kehamilan
Menurut dr Hari, sekitar 20-25 persen janin posisinya sungsang di bawah usia 28 minggu, kemudian menurun hingga 7-16 persen saat usia 32 minggu. Hanya tersisa sekitar 3-4 persen saja yang tetap dalam posisi sungsang pada usia kehamilan 9 bulan.

"Namun perputaran spontan dari sungsang menjadi letak kepala sangat sering terjadi, bahkan saat usia kehamilan sudah cukup bulan. Dari penelitian terdahulu dikatakan kemungkinan perputaran spontan dari sungsang menjadi letak kepala di atas 36 minggu sekitar 25 persen," imbuhnya.
 
Beberapa hal yang meningkatkan risiko janin berposisi sungsang disampaikan oleh dr Hari di antaranya kelainan anatomi rahim, adanya tumor dalam rahim seperti myoma uteri, dan kelainan letak plasenta.

"Selain itu bisa juga karena makin sering hamil, contohnya anak keempat lebih tinggi risikonya untuk sungsang dibanding hamil anak kedua. Lalu cairan ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit, panggul sempit dan kelainan janin,
Lalu adakah cara untuk mencegah supaya posisi janin dalam kandungan tak sungsang? Ditegaskan oleh dr Hari, tidak ada intervensi yang bisa dilakukan ibu untuk mencegah bayinya letak sungsang.

"Satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kehamilan letak sungsang adalah mencegah punya anak terlalu banyak," terangnya.
 
Silahakan CHAT Disini